Saturday, November 6, 2010

Apakah Khitan?

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan daripenis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latincircum (berarti "memutar") dan caedere (berarti "memotong").
Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Alasan tindakan ini masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan pada Yang Maha Kuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk mengubah estetika atau seksualitas. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas pendudukKorea Selatan, Amerika, dan Filipina
Sunat pada bayi telah didiskusikan pada beberapa dekade terakhir. American Medical Association atau Asoiasi Dokter Amerika menyatakan bahwa perhimpunan kesehatan di Amerika Serikat, Australia, Kanada, serta negara-negara di Eropa sangat tidak merekomendasikan sunat pada bayi laki-laki.
Menurut literatur AMA tahun 1999, orang tua di AS memilih untuk melakukan sunat pada anaknya terutama disebabkan alasan sosial atau budaya dibandingkan karena alasan kesehatan. Akan tetapi, survey tahun 2001 menunjukkan bahwa 23,5% orang tua melakukannya dengan alasan kesehatan.
Para pendukung integritas genital mengecam semua tindakan sunat pada bayi karena menurut mereka itu adalah bentuk mutilasi genital pria yang dapat disamakan dengan sunat pada wanita yang dilarang di AS.
Beberapa ahli berargumen bahwa sunat bermanfaat bagi kesehatan, namun hal ini hanya berlaku jika pasien terbukti secara klinis mengidap penyakit yang berhubungan dengan kelamin. Beberapa penyakit yang kemungkinan besar memerlukan sunat untuk mempercepat penyembuhan seperti pendarahan dan kanker penis, namun, kedua hal ini jarang terjadi.Penyakit fimosis juga bisa diatasi dengan sunat, walaupun sekarang juga telah berkembang tekhnik yang lainnya.


Sumber: Wikipedia

Khitan Telah Ada Sejak Zaman Prasejarah.





Mengenal 7 Metode Khitan

Bismillah,





Sirkumsisi (circumcision/khitan) atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “sunat” atau “supit”, merupakan tuntunan syariat Islam yang sangat mulia dan disyariatkan baik untuk laki-laki maupun perempuan. Orang-orang Yahudi dan Nasrani-pun sekarang juga banyak yang menjalaninya karena terbukti memberikan manfaat terhadap banyak masalah kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa khitan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulai dari mencegah penyakit mematikan seperti AIDS hingga kanker. Penelitian lanjutan tentu akan semakin membuka mata lebar-lebar para praktisi kesehatan bahwa khitan juga sangat bermanfaat bagi kaum hawa.

“Dua penelitian terakhir malah berhenti lebih awal, karena menunjukkan keefektifan yang tinggi tentang khitan dibanding kelompok kontrol yang menolak dikhitan,” jelas peneliti dari Universitas Illinois, Amerika Serikat, Richard Bailey, dalam Konferensi Masyarakat AIDS Internasional di Sydney, Australia.

Tidaklah mungkin dan mustahil jika Allah Ta’ala dan Rosul-Nya telah menuntunkan suatu syariat “Khitan” akan membahayakan bagi ummatnya. Justeru yang ada adalah hikmah dan faedah yang amat besar yang akan terungkap baik dalam waktu cepat atau lambat.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, metode khitan pun semakin berkembang. Saat ini telah diciptakan banyak peralatan dan obat-obatan untuk membantu melaksanakan khitan, sehingga khitan menjadi proses yang lebih aman dan lebih tidak menyakitkan. Selain itu, banyak pula metode yang mulai dikembangkan dalam pelaksanaan khitan sehingga proses khitan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cara seorang dokter dalam melakukan khitan sangat tergantung pada alat, kemampuan dokter dan keterampilan yang dimilikinya. Dalam standar kompetensi dokter 2006 telah dinyatakan bahwa khitan merupakan kompetensi level 4 dimana seorang dokter harus mampu melakukan khitan secara mandiri dan merawat luka khitan sampai sembuh.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai macam metode Khitan :

Pertama : METODE KLASIK & DORSUMSISI

Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril.

Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong, umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk 






Kelebihannya peralatan yang digunakan lebih murah dan sederhana, proses memakan waktu cukup singkat, sudah banyak dikenal masyarakat biaya relatif lebih murah serta bisa digunakan untuk bayi/anak dibawah 3 tahun dimana pembuluh darahnya masih kecil. Kekurangannya risiko kepala (glan) terpotong / tersayat sangat tinggi, terutama jika sayatan dibawah klem koher, mukosa kadang lebih panjang sehingga membutuhkan pemotongan ulang, bisa terjadi nekrosis jika jepitan koher terlalu lama, risiko perdarahan tinggi apabila tanpa dilakukan penjahitan. operasi.

Kedua : METODE STANDAR SIRKUMSISI KONVENSIONAL

Merupakan metode yang paling banyak digunakan hingga saat ini, cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantra (perawat). Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini. ( Baca : Cara Khitan Metode Standar).









Kelebihannya peralatannya sudah sesuai standar medis, menggunakan pembiusan local dan benang yang jadi daging, risiko infeksi kecil dan risiko perdarahan tidak ada. Metode ini cocok untuk semua kelompok umur, biayanya cukup terjangkau serta pilihan utama untuk pasien dengan kelainan fimosis. Kekurangannya membutuhkan keahlian khusus dari pengkhitan dan proses waktunya antara 15-20 menit.

Ketiga : METODE LONCENG


Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.









Keempat : METODE KLAMP

Metode Klamp .,ini memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputium) dijepit dengan suatu alat (umumnya sekali pakai) kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp.

Metode Cincin (Tara Clamp)
Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Di Indonesia Metode Cincin dicetuskan oleh oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001. 







Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit. Kelebihan metoda ini adalah: – Mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien,perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.


Metode Smart Clamp
Smart klamp merupakan metode dan teknik sunatan yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman dan penemunya adalah dr. Harrie van Baars. Alat smart klamp terdiri atas beberapa ukuran, mulai dari nomor 10, 13, 16, dan 21. Untuk bayi, alat yang dipakai nomor 10, sedangkan orang dewasa nomor 21. Alat ini terbuat dari dua jenis bahan kunci klamp, yakni nilon dan polikarbonat yang dikemas steril dan sekali pakai. Tentu saja lebih aman dan bebas dari penularan penyakit dan infeksi. Smart klamp memberikan perlindungan luka dengan sistem tertutup. Luka sayatan terkunci rapat, tidak memungkinkan masuknya kuman atau mikroorganisme pengganggu.
Pada metode ini pasien akan diukur glandpenis-nya, ukuran 0-meter. Setelah diberi anestesi lokal, secara hati-hati preputium dibersihkan dan dibebaskan dari perlengketan dengan gland penis. Batas kulit preputium yang akan dibuang ditandai dengan spidol. Tabung smart klamp dimasukkan ke dalam preputium hingga batas corona gland penis. Lalu, klamp pengunci dimasukkan sesuai arah tabung dan diputar 90 derajat, hingga posisi smart klamp siap terkunci.






Setelah posisi kulit yang akan dibuang dipastikan sesuai rencana, juga agar posisi saluran kencing tidak terhalang tabung. Berikutnya, adalah mengunci klamp hingga terdengar bunyi “klik”. Sisi distal preputium dibuang menggunakan pisau bisturi. Kemudian luka dibersihkan dengan obat antiinfeksi dan dibungkus kasa steril. Hingga proses itu, sunat ala smart klamp selesai.Setelah lima hari, smart klamp dilepas dokter atau perawat dengan teknik yang sangat mudah.


JENIS CLAMP



Gomco : Klamp ini dibuat pertama kali pada tahun 1934 oleh Hiram S. Yellen, M.D. dan Aaron Goldstein. Alat ini terdiri dari bel logam dan plat datar dengan lubang di dalamnya untuk menempatkan keduanya dalam posisi yang sesuai. Terdapat sebuah sekrup berbentuk lingkaran yang berfungsi memberikan tekanan.


Ismail Clamp : Ismail Klamp ditemukan oleh Dr Ismail Md Salleh. Alat ini sebenarnya hampir menyerupai alat klamp lainnya, hanya saja alat ini memiliki mekanisme penguncian dengan sistem sekrup, sehingga pemasangan dam pelepasan alat ini sangat mudah tanpa harus merusak alat ini. Saat ini baru tersedia 2 ukuran untuk anak-anak.

Q-Tan : Alat ini menyerupai Ismail Clamp hanya saja sistem sekrupnya terkunci mati (irreversible locking system) sehingga alat ini tidak mungkin di daur ulang kembali karena pembukaan alat ini harus dengan dipotong. Alat ini belum diproduksi secara massal dan masih merupakan prototype. Saat ini masih diadakan riset yang mendalam sehingga alat ini layak untuk digunakan secara luas.


Sunathrone Clamp : Sunathrone adalah metode sunat dengan kaedah terkini yang ditemukan oleh Dr Mohammad Tasron Surat, dokter kelahiran Malaysia. Keistimewaan Sunathrone ini adalah kerana praktis dan proses penyembuhannya lebih cepat. Alat khitan sekali pakai ini akan tertanggal sendiri, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah khitan dapat langsung memakai celana dan beraktifitas tanpa rasa sakit.
Ali’s Clamp : Alat ini mirip dengan Smart Klamp, hanya saja tabung klem-nya didesain miring dengan pertimbangan agar mengikuti kontur glans penis.



Metode Kelima : METODE “LASER” ELEKTROKAUTERY

Metode ini sedang booming dan marak di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”. Penamaan ini sesunnguhnya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser akan tetapi menggunakan “elemen” yang dipanaskan.


Alatnya berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup.
Khitan dengan solder panas ini kelebihannya adalah cepat, mudah menghentikan perdarahan yang ringan serta cocok untuk anak dibawah usia 3 tahun dimana pembuluh darahnya kecil. Kekurangannya adalah menimbulkan bau yang menyengat seperti “sate” serta dapat menyebabkan luka bakar, metode ini membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber daya dimana jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang berisiko bagi pasien maupun operator.


Untuk proses penyembuhan, dibandingkan dengan cara konvensional itu sifatnya relatif karena tergantung dari sterilisasi alat yang dipakai, proses pengerjaanya dan kebersihan individu yang disunat.



Keenam : METODE FLASHCUTTER
Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery. Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam. Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.






Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia tahun 2006 oleh Uniceff Corporation. Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).


Ketujuh : METODE LASER CO2

Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini. Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:

Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.

Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal, kelebihannya operasi cepat, perdarahan tidak ada/ sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah terapi minimal, aman dan hasil secara estetik lebih baik.. dan prosedur ini cocok untuk sunat yang dilakukan pada umur agak dewasa karena rasa sakit, yang ditimbulkan oleh sunat cara operasi untuk orang sudah cukup berumur lebih parah daripada jika dilakukan pada usia muda dan lukanya pun agak lama sembuhnya. Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga yang relatif mahal dan hanya ada di Rumah Sakit besar.

Apapun metode yang anda pilih tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun demikian ada sedikit Tips dari saya bagi anda untuk memilih metode khitan :

Niat Khitan

1. Ikhlaskan niat bahwa Khitan merupakan tuntunan syariat agama yang sangat mulia, Berdo’alah hanya kepada Allah Ta’ala semata agar diberikan kemudahan.
2. Hindari memilih hari-hari baik tertentu untuk khitan berdasarkan “terawangan” para kyai/paranormal, agar Anda terhindar dari kesyirikan yang dilarang. Semua hari pada dasarnya baik dan tidak ada hari buruk namun Anda diperbolehkan memilih waktu yang tepat sesuai dengan pekerjaan Anda atau liburan sekolah anak, Bagaimanapun juga anak Anda butuh didampingi dan support dari orangtuanya ketika di khitan dan biarkan ia cuti sejenak dari sekolah/aktifitasnya agar mempercepat kesembuhan.
3. Sebaiknya Anda datang ke dokter. Tehnik apa yang akan Anda pilih tergantung Anda sendiri. Kalau dengan teknik konvensional, semua dokter biasanya bisa mengerjakan.
4. Tanyakan kepada sahabat dan kerabat tempat khitan yang baik, agar anda memperoleh informasi yang benar dan dapat berbagi pengalaman.
5. Sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda, Metode konvensional umumnya sangat terjangkau. Metode elektrokauter, klamp dan flashcutter agak mahal sedangkan laser CO2 mungkin yang paling mahal dan hanya ada di Rumah Sakit besar.
6. Jika ingin mengikuti khitanan masal pastikan bahwa ada dokter penanggungjawab, sehingga jika ada masalah memudahkan Anda untuk berkoordinasi.

Manfaat Khitan


Bagi laki-Laki

Manfaat khitan atau sirkumsis bagi laki-laki adalah menghilangkan kotoran beserta tempat kotoran itu berada yang biasanya terletak dibagian dalam dari kulit terluar penis. Serta untuk menandakan bahwa seorang muslim telah memasuki kondisi dewasa.

[sunting]Bagi wanita

Cukup banyak masyarakat meyakini bahwa sirkumsisi pada wanita bisa menurunkan hasrat dan menjauhkannya dari perzinaan. Namun, pada kasus nyatanya, tidak ada hal tersebut yang terbukti benar, karena pada dasarnya hal tersebut diatas hanya merupakan karangan semata. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, hampir semua dokter menyatakan bahwa wanita tidak boleh melakukan sirkumsisi apapun alasannya.
Namun, praktek sirkumsisi pada wanita telah ada pada Islam seperti yang diterangkan pada hadith Rasulullah SAW seperti yang telah dijelaskan di hadith berikut ini
Maka Rasulullah SAW bersabda kepada ahli khitan wanita (Ummu A'Thiyyah), yang artinya: "Janganlah kau potong habis, karena (tidak dipotong habis) itu lebih menguntungkan bagi perempuan dan lebih disenangi suami." (HR: Abu Dawud).
Yang membedakan antara khitan pria dan wanita, secara umum yaitu dari segi pembelajarn di bidang kedokteran terdapat materi tentang tekhnik khitan pria. Namun, tidak demikian untuk khitan wanita.
Sementara di sisi lain, bila juru khitannya adalah seorang ahli bedah atau profesional medis, diharapkan tidak akan ada kesulitan untuk melakukan kedua khitan, baik pada pria maupun pada wanita.

[sunting]Usia khitan yang disarankan

Pada umumnya, masyarakat mengkhitankan anaknya pada usia antara 8-12 tahun. Namun, banyak dokter yang setuju bahwa khitan dilakukan terbaik pada pertengahan umur 15 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan waktu kepada jaringan penis yang masih lunak dan berbahaya jika rusak untuk menyatu dan menguat. Mengkhitan pada usia dibawah yang dianjurkan memang boleh dilaksanakan, namun, hasil akhir yang didapat bisa sama sekali berbeda, bahkan mendapatkan hasil yang tidak diinginkan walaupun dokter telah berupaya sebaik mungkin. Berkhitan di usia muda biasanya dipengaruhi oleh lingkungan yang membuat anak merasa malu jika belum melakukan khitan, sehingga ingin segera melakukannya. Hal inilah yang harus ditekan dalam keputusan untuk melakukan sirkumsisi. Karena pada dasarnya, sirkumsisi karena pengaruh lingkungan dan sirkumsisi karena telah mencapai usia yang disarankan, menghasilkan hasil yang sama sekali berbeda.
Sumber: Wikipedia

Khitan Mengurangi Resiko HIV !!!



Sel di bawah kulup rentan terhadap infeksi. 

Sunat dapat mengurangi angka infeksi HIV di antara laki-laki heteroseksual sekitar 60%, hasil penelitian. 
Penelitian di Afrika Selatan, dilaporkan dalam Public Library of Science Medicine, menemukan itu memiliki efek perlindungan untuk beberapa 3.280 pemuda yang terlibat hubungan seks. 
Sunat adalah pemikiran untuk membantu melindungi terhadap HIV karena sel dalam kulup rentan terhadap virus. Pakar Inggris memperingatkan beberapa laki-laki disunat dalam studi masih menjadi terinfeksi dan kondom menawarkan perlindungan terbaik. 
tingkat infeksi HIV yang lebih rendah di antara kelompok-kelompok di Afrika yang melakukan sunat, tapi tidak diketahui apakah hal ini disebabkan karena perbedaan budaya. 
  
  Ada bahaya bahwa orang yang telah disunat akan merasa bahwa mereka sepenuhnya dilindungi dari HIV ketika mereka tidak disunat.



Menurut Deborah Jack, dari National Aids Trust. Ketika kulup dihapus, kulit di kepala penis menjadi kurang sensitif dan kurang cenderung berdarah, sehingga mengurangi risiko infeksi. 
Studi di Uganda dan di Kenya juga menyelidiki hal ini
Percobaan Afrika Selatan, yang dilakukan oleh tim peneliti Prancis dan Afrika Selatan dan disponsori oleh ANRS (Nasional Prancis Badan Penelitian Aids), berlangsung di daerah Farm Orange dekat Johannesburg, di mana sunat laki-laki di masa dewasa adalah umum, tetapi tidak universal praktek. 
Hanya di bawah 3.280 muda, seksual aktif, tidak bersunat, orang-orang heteroseksual yang mengambil bagian dalam studi ini ditawarkan kesempatan untuk menjadi disunat dan kemudian dimonitor untuk infeksi HIV. 
Hampir separuh memilih untuk disunat. 
Para peneliti merencanakan untuk menguji semua peserta untuk HIV pada bulan tiga, 12 dan 21, untuk melihat apakah ada perbedaan dalam tingkat infeksi baru antara kedua kelompok. 
Namun, setelah 18 bulan, jumlah infeksi HIV baru pada kelompok kontrol adalah 49, dibandingkan dengan 20 pada kelompok perlakuan. 
Para peneliti memutuskan pada saat ini akan tidak etis untuk melanjutkan studi. 
Itu berhenti dan orang-orang yang tidak disunat ditawarkan sunat. 
UNAids mengatakan sidang menemukan hasil yang menjanjikan, namun lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan temuan dan "apakah atau tidak hasil memiliki aplikasi yang lebih umum." 
'Tidak pengganti kondom' 
Keith Alcorn, dari National Aids Manual, berkata: "Meskipun studi ini menunjukkan bahwa laki-laki yang disunat kurang mungkin terinfeksi HIV, maka harus ditekankan bahwa laki-laki disunat tidak terinfeksi dalam penelitian ini, dan sunat yang tidak memberikan perlindungan total terhadap HIV. 
"Saya tidak berpikir bahwa setiap negara akan bergerak ke arah promosi sunat untuk pencegahan HIV pada hasil saja. 
"Dua studi lebih lanjut di Kenya dan Uganda belum diselesaikan, dan akan memberi kita informasi lebih lanjut." 
Deborah Jack, chief executive National Aids Trust, menambahkan: "Ada bahaya bahwa orang yang telah disunat akan merasa bahwa mereka sepenuhnya dilindungi dari HIV ketika mereka tidak. 
"Kita perlu lebih banyak riset dan panduan yang jelas, karena sunat tidak pernah bisa menjadi pengganti untuk penggunaan kondom.

Sumber: News BBC

Lelaki Dewasa Melakukan Khitan?

Ada beberapa alasan mengapa lelaki dewasa melakukan khitan, diantara yang paling populer adalah sebagai berikut :
1. Agama, di dunia ini ada dua agama besar yang mewajibkan khitan pada laki-laki, Islam dan yahudi. Di Indonesia hampir 100% laki-laki dewasa muslim sudah melaksanakan khitanan. Sedangkan untuk khitan pada wanita atau biasanya disebut khifadh, masih ada perbedaan pendapat tentang hukum pelaksanaanya, ada sebagian ulama yang menganjurkan, adapula yang mewajibkannya.
2. Kesehatan, didasari karena adanya kekhawatiran terjangkit oleh penyakit-penyakit menular seksual, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa laki-laki yang tidak dikhitan lebih beresiko 2 kali lipat terinfeksi penyakit menular seksual khususnya HIV.
3. Medis, Seseorang dikhitan atas indikasi medis biasanya karena ada kelainan pada bentuk anatomis dari penis atau prefusiumnya, seperti phimosis, pharapimosis.
4. Kenikmatan seksual, seorang wanita yang melakukan hubungan intim dengan seorang pria dewasa lebih merasa puas dengan pria dewasa yang telah dikhitan dibanding dengan yang belum di khitan.

Pandangan Islam Tentang Khitan

Dalam sejarah singkatnya Khitan adalah syariat agama Islam yang berpangkal dari millah (ajaran agama) Nabi Ibrahim AS, yang mana ketika itu Khitan yang dilakukan Nabi Ibrahim saat berumur 80 tahun yang masih dengan menggunakan kapak. Sedangkan dalam tinjauan sederhana mengenai makna dari Khitan yang tercantum dalam KBBI, Khitan berarti memotong kulup (kulit pada ujung kemaluan laki-laki) bersunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi. Sedangkan dalam asal bahasanya Khitan (Bhs. Arab) sering juga disebut Sunat atau Circumcisio (Bhs. Latin) adalah tindakan memotong kulit yang menyelimuti ujung alat kelamin pria atau kulup (bhs. Arab = qulfah) atau (Bhs. Latin= praeputium glandis). Atau apabila ditarik kesimpulannya khitan merupakan pemotongan prepotium(kulup) yang mengelilingi kepala kemaluan anak laki-laki dan pemotongan sebagian kecil clitoris/kelentit pada perempuan.

Mengingat pentingnya berkhitan, tak hanya agama Islam saja yang mewajibkan akan tetapi juga di dalam agama Nasrani pun Khitan itu diwajibkan, bahkan mereka yang tidak berkhitan diancam hukuman mati, sebagaimana dalam kutipan kitab Kejadian 17 ayat 14:

“Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orangorang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku”.

Lebih-lebih sebagaimana telah diperintahkan Allah SWT untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim AS, yang dalam firmannya : 

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan. (QS. An-Nahl 123)

Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang musyrik. (Q.S. Ali Imron 95)

Serta sebagaimana yang telah disabdakan NabiyuAllah Muhammad SAW, dalam sebuah Hadist dalam riwayat al-Zuhri: 
“ Barang siapa yang masuk Islam, maka wajib baginya berkhitan walaupun ia sudah dewasa.” 

Dan adapun pendapat jumhur ulama mengenai khitan sepakat bahwa khitan wajib hukumnya, kecuali Abu Hanifah yang berpendapat sunnah muakkadah

Sedangkan dalam pembahasannya mengenai khitan untuk perempuan para ulama berbeda pendapat dalam menghukuminya seperti halnya Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat Khitan juga wajib bagi anak perempuan, adapun sebagian besar ulama seperti mahzab Hanafi, Al-Maliky, Hambali berpendapat Khitan disyariatkan dan disunnahkan bagi perempuan. Adapaun mengenai sabda Rasullah SAW: 

“Jika dua khitan(maksudnya kemaluan orang laki-laki dan kemaluan orang perempuan telah bertemu, maka mandi jinabat menjadi wajib”(diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Baihaqi) . Imam Ahmad berkata” Ini menjadi bukti bahwa para wanita juga dikhitan”

Serta dalam Hadist lain meriwayatkan di hadits Ummu Athiyah kepada wanita tukang khitan:

” Jika engkau melakukan khitan, engkau jangan berlebih-lebihan ketika memotong, karena itu lebih memuliakan orang perempuan dan lebih disukai suami” (diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Akan tetapi dalam perkembangan dunia kontemporer abad ke-21 ini Khitan bagi perempuan justru menuai larangan dari pemerintah, sebagaimana dalam surat edaran dari dari Depkes RI yang melarangnya berdasarkan rujukan/referensi dari WHO.

Manfaat Khitan
Setiap apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, pastilah mempunyai maksud dibalik itu, tak terkecuali terkadang yang ada kalanya manfaat dibalik itu tak dapat dicapai oleh akal dan ada juga yang dapat dijangkau oleh akal, sama halnya dengan manfaat dibalik disyari’atkannya Khitan yang diantaranya :
1. Menjadikan kemaluan lebih bersih dan mudah membersihkanya, terutama dari sisa sisa urine, sehingga akan terjaga kesuciannya, karena tidak ada sisa kencing yang najis tersisa dan sudah terbasuh merata dengan maksimal.
2. Sebagai ciri/tanda pengikut Nabi Muhammad SAW dan pelestari syari’at nabi Ibrahim A.S.
3. Memberikan nilai keindahan.
4. Mampu mengontrol syahwat.
5. Jika telah berkeluarga penis akan lebih bersih, tidak mudah lecet/iritasi dan mencegah enjakulasi dini.
6. Mencegah penumpukan spegma, yaitu kotoran yang lengket berwarna putih yang sering berbau tidak sedap yang berasal dari lemak yang dihasilkan tubuh yang bercampur bakteri dan sisa urine.
7. Meminimalkan penyebaran HIV.
8. Meminimalkan penyebaran HPV (human pappiloma virus.
9. Khitan melindungi istri. Istri yang bersuamikan laki-laki berkhitan relatif lebih aman dari terjangkiti kanker leher rahim.
10. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW : “Karena khitan lebih memuliakan orang perempuan dan lebih disukai suami. Khitan juga Memperindah wajah dan lebih memuliakan suami.” (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).
11. Mencegah timbulnya penyakit kanker serviks.

Adapun manfaat khitan bagi perempuan:
1. Meminimalkan infeksi yang terjadi karena penumpukan mikroba dibawah clitoris.
2. Khitan bermanfaat bagi perempuan yang kelak menjadi istri dabn bagi suaminya di daerah yang beriklim panas. Biasanya , perempuan di daerah panas punya clitoris yang terus membesar dan itu jelas meningkatkan gairah seksualnya ketika bersentuhan dengan pakaian, misalnya celana dalam.Terkadang pertumbuhan clitoris sangat cepat hingga si perempuan idak dapat disetubuhi.



Sumber: Dasar Hukum

Wednesday, July 21, 2010

Bong Supit

Hampir dipastikan, setiap memasuki liburan sekolah seperti sekarang ini, bong supit atau sering disebut juru khitan kebanjiran pasien. Setiap kota yang mempunyai juru supit, seperti di Rumah Sakit, Puskesmas, maupun Klinik, setiap harinya tidak pernah sepi dari praktik ”mutilasi” burung yang hanya dikhususkan bagi pasien laki-laki ini. Tidak terkecuali dengan Yogyakarta yang sudah terkenal sejak dulu kala, sebagai primadonanya ”potong burung” seperti Bogem dan anak buahnya yang sudah praktik mandiri, selalu disibukkan dengan kehadiran para pasien. Mereka umumnya hanya menjadi pasien sekali seumur hidup dan rata-rata adalah anak-anak yang menginjak remaja (akil balig). Memang ada satu dua yang terkadang sudah memasuki usia muda atau bahkan stw alias setengah tua.




Klinik ”mutilasi” burung di Yogyakarta memang ada beberapa tempat yang terkenal. Selain salah satu tempat yang sudah terkenal, yaitu daerah Bogem, Kalasan, Sleman, daerah lain yang sekarang mulai ngetren adalah daerah Pundong, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Jika di Bogem pada awalnya terkenal dengan model supit tradisional, maka supit atau orang Jawa mengistilahkan dengan sunat (tetak), di daerah Dusun Pundong ini terkenal dengan model sunat laser atau cotery. Sunat model baru yang hanya memakan waktu sekitar 5 menit ini ternyata salah satunya dipelopori oleh Suryono Suryo Husodo (45). Walaupun begitu, sunat model tradisional di tempat ini juga dilayani.

Seorang bapak berputra 3 orang ini berkisah kepada Tembi ketika sempat mewawancarainya, bahwa sunat model laser ini dikembangkan setelah beberapa kali mengikuti pelatihan sunat dengan berbagai model. Lalu ia berniat mengembangkan sunat model laser ini, karena memiliki beberapa keunggulan, seperti pengerjaan cepat (sekitar 5 menit), tidak berdarah, tidak sakit, dan cepat sembuh (sekitar 3-5 hari). Karena sedikit risiko inilah yang kemudian banyak orang tua yang memilih menyunatkan anak laki-lakinya kepadanya. Masih menurut penjelasannya, anak-anak yang habis disunat akan semakin cepat sembuh, apabila sering mengonsumsi telur ayam kampung karena banyak mengandung protein.

Para orang tua pasien jangan berpikir bahwa sunat model laser itu berbiaya tinggi yang mencapai jutaan rupiah. Sunat di Klinik Suryono Suryo Husodo ini relatif murah, karena tarifnya hanya sekitar Rp 250.000—Rp 350.000,- tergantung kelasnya. Tarif itu dipajang jelas di ruang tunggu dan dinding depan klinik. Di sana tertera jelas tarifnya, kelas I Rp 350.000,-, kelas II Rp 300.000,- dan kelas III Rp 250.000,-. Tidak ada biaya tambahan lain. Kejelasan tarif ini mungkin sebagai salah satu bentuk transparansi. Ternyata pembedaan tarif ini hanya berpengaruh terhadap jenis obat yang diberikan kepada pasien. Sementara jenis penanganan terhadap pasien yang sedang sunat adalah sama. Jenis obat yang diberikan kepada pasien, setidaknya ada 2 macam, yakni jenis anti biotik dan anti inflamasi.

Lelaki yang setiap hari bertugas di RSUD Morangan Sleman Bagian Bedah ini kembali menuturkan, bahwa beliau sudah melakoni menjadi bong supit sekitar 21 tahun lamanya. Sebelum membuka praktik sendiri, ia juga mengaku pernah ikut bergabung dengan Bong Supit Bogem (Bilal Suyaroh) selama 2 tahun. Sementara praktik di kliniknya ini buka setiap hari Senin—Sabtu mulai pagi jam 06.00—08.00 WIB dan sore jam 15.00—21.00 WIB. Pada hari Minggu buka non stop mulai pagi hingga malam. Di Kliniknya (yang sebentar lagi akan berpindah ke alamat baru di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Mlati, Sleman) ini, ia dibantu oleh 2 dokter dan beberapa perawat.




Pada hari-hari biasa, ia hanya menerima pasien rata-rata sehari 2 orang. Namun, apabila memasuki liburan sekolah (seperti tahun ajaran baru, Lebaran, Natal dan Tahun Baru) minggu pertama liburan, pasien sehari rata-rata mencapai 20 anak. Kebanyakan pasien berasal dari wilayah Yogyakarta. Namun kadang-kadang ada pasien luar kota saat berlibur ke Yogyakarta menyempatkan diri untuk sunat. Menurut pengalaman Pak Suryono, begitu panggilannya, yang pernah menjadi Juara II sebagai tenaga teknis pada tahun 1998 ini, ia juga pernah menangani pasien yang usianya sudah menginjak dewasa atau setengah tua. Umumnya mereka adalah dari Persatuan Tionghoa Muslim Indonesia (PTMI), dan beberapa pasien luar negeri seperti dari Jepang dan Pilipina. Jadi, memasuki liburan sekolah seperti sekarang ini, jangan heran apabila kliniknya selalu dipenuhi pasien, baik pagi, siang atau malam, silih berganti, seperti ketika Tembi datang ke tempat praktiknya.

Anda ingin mengitankan putra Anda ke Klinik Suryono Suryo Husodo? Alamatnya mudah dijangkau, yakni di Dusun Pundong II, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, dengan nomor telpon (0274) 7400 949/436 4195. Jika Anda hendak ke sana, bisa ditempuh lewat jalur Ring Road Utara Yogyakarta, tepatnya utara perempatan Jalan Magelang Ringroad Utara sebelum Terminal Jombor ada jalan aspal kecil ke arah barat hingga perempatan pasar Cebongan. Dari perempatan ini, terus ke barat hingga pertigaan yang di tengahnya ada pohon beringin, lalu ke arah selatan (ke kiri) hingga pertigaan lagi (juga ada pohon beringin). Dari pertigaan ini ke arah kanan sekitar 500 meter, kemudian tibalah ke Dusun Pundong II.

Sumber: Tembi

Friday, July 9, 2010

Benarkah sunat pria bermanfaat?


TANYA  : Apa benar laki-laki perlu melakukan sunat dari segi medis? Saya merasakan ada banyak pro dan kontra tentang sunat di media massa. Saya ada pernah membaca bahwa WHO juga ada menyatakan sunat bisa melindungi dari AIDS, dan juga ada yang mengatakan sunat penting untuk kebersihan dan kesehatan penis, bisa melindungi dari kanker penis atau kanker mulut rahim, sehingga menganggap sunat benar-benar perlu dilakukan.
Tapi saya juga pernah membaca ulasan yang menjelaskan manfaat dari preputium, meskipun jarang sekali ada ulasan seperti yang ini di media massa. Bagaimana dengan penjelasan dari dokter sendiri? Apakah dengan merawat dan menjaga kebersihan badan tidak cukup untuk kesehatan penis? Apa sosialisasi tentang cara pembersihan penis yang benar tidak lebih baik dari pada menganjurkan operasi sirkumsisi?
Terima kasih sebelumnya untuk penjelasannya.
Freddy (26 Tahun)
JAWAB : Benar ada pro dan kontra mengenai sunat, apalagi yang dikaitkan dengan pencegahan HIV/AIDS. Memang pada tahun 2007 WHO dan UNAIDS menyelenggarakan konsultasi pakar internasional yang kemudian merekomendasikan bahwa “sunat pada laki-laki harus diakui sebagai suatu intervensi penting tambahan untuk mengurangi risiko infeksi tertular HIV”.
Tetapi, tampaknya mereka lupa bahwa studi yang dilakukan oleh UNAIDS sebagian besar di Afrika di mana kejadian HIV tinggi, sebagian besar pria tidak disunat, dan penularan terutama melalui hubungan hetersoseksual. Karena itu The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat  telah mengeluarkan pernyataan bahwa sirkumsisi tidak mengurangi risiko penularan HIV di antara kelompok homoseksual. CDC juga menyatakan bahwa keputusan untuk merekomendasikan sirkumsisi sebagai tindakan resmi untuk pencegahan HIV masih belum final
Bahkan muncul pula artikel di Jurnal of Urology April 2005 yang menyebutkan bahwa sunat mengurangi kepuasan seksual karena ketika kulit penutup kepala penis (preputium) dipotong berarti banyak serabut saraf sensoris yang sangat peka rangsangan seksual ikut hilang terbuang.
Dari segi kesehatan, hanya pada keadaan phimosis yang merupakan keharusan dilakukan sunat. Masalahnya, pada keadaan phimosis, di mana preputium tidak dapat ditarik ke belakang, terjadi penumpukan bahan kelenjar yang disebut smegma. Penumpukan ini dapat mengakibatkan infeksi penis, bahkan kanker. Tetapi kalau preputium dapat dibuka sehingga kepala penis dapat dibersihkan setiap saat, maka urusan kebersihan bukan menjadi masalah.
Sumber: Kompas

Friday, July 2, 2010

Anak-Anak Khitan di Bogem



Setiap liburan sekolah, anak-anak usia SD, bahkan beberapa usia SMP, yang belum dikhitan pada memanfaatkan waktu liburnya untuk khitan. Di Jogja, salah satu tempat untuk khitan atau supit yang terkenal adalah di Bogem. Wuih, dari namanya saja sudah serem, yakni Bogem, akan tetapi ini hanyalah nama daerah yang berada di Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Tepatnya Juru Supit Bogem.

Sebenarnya, ada saja yang khitan tidak bertepatan dengan liburan sekolah, namun ketika liburan sekolah jauh lebih ramai. Sebagaimana liburan sekolah tahun ini, tempat khitan yang didirikan oleh Alm. Raden Ngabehi Noto Pandoyo sejak tahun 1939 ini juga dipadati pengunjung. Tidak hanya anak-anak dari Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan yang dari luar kota juga banyak. Tempat khitan yang berada persis di sisi utara Jalan Solo – Jogja KM.16 itu semakin dipadati pengunjung karena ternyata yang mengantar anak-anak yang khitan itu tidak hanya orangtuanya; ada yang diantar kakek-neneknya, pakde-budhenya, bahkan ada yang diantar para tetangganya.


Agar pada saat datang ke tempat khitan sang anak tidak menunggu terlalu lama, biasanya beberapa hari atau sehari sebelumnya orangtuanya atau keluarga sudah mendaftar untuk khitan pada hari yang diinginkan. Pada saat datang, keluarga tinggal mendaftar ulang, setelah itu anak yang akan dikhitan dipakaikan sarung dan dilepas celana dalamnya, kemudian duduk di deret kursi antrian untuk memasuki ruang khitan. Urutan dipanggil ini sesuai dengan nomor daftar ulang ketika datang ke tempat khitan.





Pada saat memasuki ruang khitan tidak satu per satu anak dipanggil, akan tetapi langsung beberapa anak secara berkelompok. Ketika sang anak memasuki ruang khitan, keluarga menunggu di luar ruangan. Tidak lama kemudian, setelah anak selesai dikhitan, keluarga dipanggil dari pintu yang lain untuk memasuki ruang istirahat sementara setelah anak dikhitan. Di ruang inilah anak-anak berbaring di dipan-dipan yang tersedia. Dengan sukacita masing-masing keluarga menemui anaknya yang dikhitan. Lalu, ada petugas yang menerangkan kepada seluruh keluarga yang hadir di ruangan itu tentang bagaimana caranya merawat dan mengobati anaknya yang telah dikhitan.

Sumber: Akhmad Muhaimin Azzet
Blog Ping